Karakteristik Endometriosis di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 2017 - 2019

In: Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia · 2021 · vol. 1(3) , pp. 289–295 · doi:10.25077/jikesi.v1i3.89 · W3136944359
article OA: diamond CC0 ⤵ 1 in-corpus citation
AI-generated summary by gemini-2.5-flash-lite, 2026-06-08

This study analyzed 98 endometriosis cases from 2017-2019, finding it most prevalent in reproductive-aged, nulliparous women with normal BMI, often presenting with dysmenorrhea and advanced stages, who responded well to hormonal therapy.

One-sentence paraphrase of the abstract; not a substitute for reading it. No clinical advice. How this works

AI-generated deep summary by claude@2026-07, 2026-07-04 · read from full text

This descriptive study characterized 98 endometriosis patients treated at RSUP Dr. M. Djamil Padang from 2017–2019 using medical record data and patient interviews. The most frequent findings were endometriosis in reproductive-age women (85.71%), higher proportions among nulliparous patients (60.20%), a predominance of normal BMI category (35.71%), infertility duration of ≥5 years (27.55%), and chief complaints of dysmenorrhea (69.39%). The majority had advanced disease (stage III–IV, 82.65%), internal pelvic anatomical location, received hormonal therapy for 3 months (75.51%), reported pain improvement (83.67%), largely did not pursue a pregnancy program (92.86%), and most reported no recurrence after therapy (88.78%). The study acknowledges that delayed diagnosis can occur because diagnosis requires laparoscopy, and it provides a single-center descriptive picture rather than assessing causes or comparative outcomes. This paper is centrally about endometriosis — it reports the clinical and sociodemographic characteristics of endometriosis patients in a specific Indonesian hospital during 2017–2019.

Read from the paper's body, not the abstract. Not a substitute for reading the paper. No clinical advice. How this works

Abstract

Endometriosis adalah salah satu penyakit ginekologi jinak yang paling umum, penyakit ini dikaitkan dengan nyeri panggul dan subfertilitas pada sekitar 176 juta wanita diseluruh dunia. Keterlambatan pemeriksaan penyakit ini dapat terjadi selama bertahun-tahun karena diagnosis penyakit ini harus melalui laparoskopi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran karakteristik endometriosis di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 2017-2019. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan 98 orang penderita endometriosis di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2017- 2019 sebagai sampel penelitian. Instrumen dari penelitian ini adalah data rekam medik dan hasil wawancara dengan pasien. Kasus endometriosis paling banyak ditemukankan pada kelompok usia reproduktif (85,71%), nullipara (60,20%), kategori IMT berat badan normal (35,71%), lama infertilitas ≥ 5 tahun (27,55%), dengan keluhan utama berupa dismenorea (69,39%). Stadium penyakit yang paling banyak di temukan adalah stadium III-IV (82,65%), pada lokasi anatomis internal pelvis, mayoritas pasien diberikan terapi hormon selama 3 bulan setelah terapi (75,51%), merasakan perbaikan rasa nyeri (83,67%), tidak melakukan program kehamilan (92,86%), dan tidak mengalami kekambuhan setelah terapi (88,78%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kejadian endometriosis tinggi pada wanita usia reproduktif, pemberian edukasi mengenai endometriosis yang baik perlu dilakukan agar dapat mengurangi penundaan diagnosis penyakit ini sehingga bisa ditangani ketika stadium masih ringan.
Full text 1,866 characters · extracted from oa-doi-fallback · click to expand
Karakteristik Endometriosis di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 2017 - 2019 DOI: https://doi.org/10.25077/jikesi.v1i3.89Keywords: Endometriosis, karakteristikAbstract Endometriosis adalah salah satu penyakit ginekologi jinak yang paling umum, penyakit ini dikaitkan dengan nyeri panggul dan subfertilitas pada sekitar 176 juta wanita diseluruh dunia. Keterlambatan pemeriksaan penyakit ini dapat terjadi selama bertahun-tahun karena diagnosis penyakit ini harus melalui laparoskopi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran karakteristik endometriosis di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 2017-2019. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan 98 orang penderita endometriosis di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2017- 2019 sebagai sampel penelitian. Instrumen dari penelitian ini adalah data rekam medik dan hasil wawancara dengan pasien. Kasus endometriosis paling banyak ditemukankan pada kelompok usia reproduktif (85,71%), nullipara (60,20%), kategori IMT berat badan normal (35,71%), lama infertilitas ≥ 5 tahun (27,55%), dengan keluhan utama berupa dismenorea (69,39%). Stadium penyakit yang paling banyak di temukan adalah stadium III-IV (82,65%), pada lokasi anatomis internal pelvis, mayoritas pasien diberikan terapi hormon selama 3 bulan setelah terapi (75,51%), merasakan perbaikan rasa nyeri (83,67%), tidak melakukan program kehamilan (92,86%), dan tidak mengalami kekambuhan setelah terapi (88,78%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kejadian endometriosis tinggi pada wanita usia reproduktif, pemberian edukasi mengenai endometriosis yang baik perlu dilakukan agar dapat mengurangi penundaan diagnosis penyakit ini sehingga bisa ditangani ketika stadium masih ringan. Downloads Published How to Cite Issue Section License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Text is read by the "Ask this paper" AI Q&A widget below. Extraction quality varies by source — PMC NXML preserves structure cleanly, OA-HTML may include some navigation residue, and OA-PDF can have broken hyphenation. The publisher copy (via DOI) is the canonical version.

My notes (saved in your browser only)

Ask this paper AI returns verbatim quotes from the full text · source: oa-doi-fallback

Answers must be backed by verbatim quotes from this paper's full text. Hallucinated quotes are dropped automatically; if no verbatim passage answers the question, we say so. How this works

Condition tags

endometriosis

Citation neighborhood

Papers in the corpus that this work cites (lower rings, blue) and that cite this one (upper rings, green). Dot size scales with the paper's in-corpus citation count — bigger dot = more influential within the endo/adeno field. Click a dot to open that paper. [ expand to 2 hops ] — adds papers reached through this work's immediate citers/citees. Heavier; up to 60 extra dots.

References (20)

Cited by (1)

Source provenance

openalex
last seen: 2026-06-04T00:00:01.174412+00:00
License: CC0 · commercial use OK