Perbandingan Cadangan Ovarium Sebelum Dan Setelah Tindakan Laparoskopi Kistektomi “Fertility Sparing†Pada Penderita Kista Endometriosis

In: Andalas Obstetrics And Gynecology Journal · 2020 · pp. 95–109 · doi:10.25077/aoj.4.1.95-109.2020 · W3097688917
article OA: diamond CC0
AI-generated summary by claude@2026-06, 2026-06-07

This study found that fertility-sparing laparoscopic cystectomy for endometriosis significantly reduced ovarian reserve markers AMH and estradiol, while increasing FSH and AFC.

One-sentence paraphrase of the abstract; not a substitute for reading it. No clinical advice. How this works

Abstract

Laparoskopi Kistektomi tetap menjadi pilihan lini pertama untuk penanganan kista endometriosis. Namun tindakan ini akan menimbulkan kerusakan terhadap ovarium. Tindakan “fertility sparing” adalah dilakukannya manajemen terhadap pasien endometriosis dengan menghemat uterus dan ovarium sehingga tidak banyak jaringan yang terbuang. Tujuan Penelitian : Penelitian ini membandingkan nilai cadangan ovarium sebelum dan setelah tindakan laparoskopi kistektomi dengan memakai tiga marker yaitu kadar AMH (Anti Mullerian Hormon), kadar FSH dan Estradiol pada siklus haid hari kedua atau ketiga dan nilai AFC (Antral Follicle Count) dengan USG Trasnvaginal.  Materi dan metode : Penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang dilakukan terhadap 25 orang penderita endometrioma. Cadangan ovarium sebelum dan setelah tindakan laparoskopi dinilai dengan tiga marker yaitu AMH, FSH dan Estradiol serta AFC. Dilakukan laparoskopi kistektomi dengan teknik yaitu tanpa energi elektrik koagulasi yang berlebihan, obat vassopresin yang disuntikkan ke dinding kista, teknik “stripping of the membrane” pada kista, tanpa suturing/ penjahitan, teknik kompresi untuk mengatasi perdarahan, menghindari pengangkatan kantong kista hingga ke daerah hilus. Analisis statistic untuk menilai kemaknaan menggunakan paired t test. Hasil : Terdapat perbedaan rerata kadar AMH dimana sebelum laparoskopi lebih tinggi yaitu 1,77 ± 0,39 ng/ml sedangkan setelah laparoskopi 1,54 ± 0,38 ng/ml. Rerata kadar FSH dimana setelah laparoskopi lebih tinggi yaitu 10,13 ± 6,51 mlU/ml sedangkan sebelum laparoskopi 6,91 ± 4,59 mlU/ml. Rerata kadar estradiol dimana sebelum laparoskopi lebih tinggi yaitu 99,65 ± 77,18 mlU/ml sedangkan setelah laparoskopi 63,67 ± 35,22 mlU/ml. Terdapat perbedaan AFC antara sebelum laparoskopi dan setelah laparoskopi dimana 15 orang (60%) AFC <4, 10 orang (40%) AFC 4-6, saat sebelum laparoskopi dan 8 orang (32%) AFC <4, 8 orang (32%) AFC 4-6, dan 9 orang (36%) AFC 7-10 saat setelah laparoskopi. Terdapat hubungan yang bermakna dari hasil analisis statistic ( terjadi penurunan cadangan ovarium sebelum dan setelah tindakan laparoskopi kistektomi “fertility sparing”) (p=0.001). Kesimpulan : Terdapat pengaruh tindakan laparoskopi kistektomi terhadap penurunan cadangan ovarium yaitu AMH mengalami 13,3% penurunan (p=0,001) , FSH mengalami 31,6% kenaikan (p=0,001), estradiol mengalami 47,8% penurunan (p=0,001), dan AFC mengalami 47,9% kenaikan (p=0,003).Kata kunci: Laparoskopi Kistektomi, Endometriosis, Anti Mullerian Hormone, Antral Follicle Count, FSH, Estradiol

My notes (saved in your browser only)

Condition tags

endometriosisendometrioma

Citation neighborhood

Papers in the corpus that this work cites (lower rings, blue) and that cite this one (upper rings, green). Dot size scales with the paper's in-corpus citation count — bigger dot = more influential within the endo/adeno field. Click a dot to open that paper. [ expand to 2 hops ] — adds papers reached through this work's immediate citers/citees. Heavier; up to 60 extra dots.

References (38)

Source provenance

openalex
last seen: 2026-06-10T17:14:06.276822+00:00
License: CC0 · commercial use OK