ANGKA KEJADIAN KEHAMILAN SETELAH LAPAROSKOPI OPERATIF PADA INFERTILITAS AKIBAT ENDOMETRIOSIS

In: Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan · 2022 · vol. 9(3) · doi:10.33024/jikk.v9i3.6698 · W4317732171
article OA: hybrid CC0

Abstract

Probabilitas kehamilan pada wanita infertil yang menderita endometriosis adalah sekitar dua kali lebih rendah daripada wanita dengan infertilitas idiopatik. Farmakoterapi untuk endometriosis tidak cukup efektif meningkatkan fertilitas, namun pembedahan dapat meningkatkan kesuburan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian kehamilan setelah laparoskopi operatif pada infertilitas akibat endometriosis serta faktor yang mempengaruhinya. Penelitian dalam bentuk survival analysis dilakukan sejak bulan Januari sampai Juni 2017. Pada hasil penelitian, angka kejadian kehamilan adalah 23,4. Usia ≥30,5 tahun 6,061 kali lebih berisiko tidak bisa hamil setelah laparoskopi operatif dibandingkan usia 2,5 tahun secara signifikan lebih berisiko 18,6 kali tidak bisa hamil setelah laparoskopi operatif dibandingkan ≤ 2,5 tahun (p6 (p= 0,002). Uji multivariat didapatkan durasi infertilitas berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian kehamilan setelah laparoskopi operatif pada pasien infertilitas akibat endometriosis (p= 0,028). Durasi infertilitas merupakan faktor risiko yang paling mempengaruhi angka kejadian kehamilan.

My notes (saved in your browser only)

Condition tags

endometriosis

Citation neighborhood

Papers in the corpus that this work cites (lower rings, blue) and that cite this one (upper rings, green). Dot size scales with the paper's in-corpus citation count — bigger dot = more influential within the endo/adeno field. Click a dot to open that paper. [ expand to 2 hops ] — adds papers reached through this work's immediate citers/citees. Heavier; up to 60 extra dots.

References (9)

Source provenance

openalex
last seen: 2026-06-10T17:14:06.276822+00:00
License: CC0 · commercial use OK