Abstract
ABSTRAK HUBUNGAN KLASIFIKASI REKURENSI ENDOMETRIOSIS DENGAN EKSPRESI KIRSTEN RAT SARCOMA Mardoni Efrijon1 , Syamel Muhammad2 , Husna Yetti3 1Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RSUP Dr. M. Djamil Padang 2Divisi Onkologi, Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RSUP Dr. M. Djamil Padang 3 Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas Latar Belakang: Beberapa penelitian telah mengevaluasi hubungan ekspresi KRAS dengan klasifikasi dan kekambuhan pada endometriosis. Mutasi yang mengaktifkan gen KRAS berdampak pada transformasi sel dan peningkatan resistensi terhadap terapi.Selain itu, hal ini juga berhubungan dengan keparahan anatomi endometriosis. Namun hasil studi yang ditemukan masih bervariasi Tujuan: Mengetahui hubungan klasifikasi rekurensi endometriosis dengan kejadian ekspresi KRAS pada pasien endometriosis di RSUP Dr. M. Djamil Padang Metode: Penelitian ini memiliki desain cross sectional yang dilakukan di RSUP Dr.M.Djamil Padang mulai Januari 2024 hingga Desember 2024. Sampel adalah pasien endometriosis rekurensi yang terdaftar di RSUP Dr.M.Djamil Padang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang dikumpulkan yaitu data demografi pasien, klasifikasi endometriosis, hasil pemeriksaan KRAS dan evaluasi pola rekurensi endometriosis pasca operasi. Analisis bivariat dilakukan dengan Uji Fisher exact dengan nilai p40 tahun (42,9%, dengan 49,5% pasien memiliki IMT berlebih (31,4% overweight dan 17,1% obesitas). Sebagian besar mengalami rekurensi dalam waktu >1 tahun (71,4%), sebanyak 48,6% tidak memiliki anak dan 48,6% memiliki 2-3 anak. Semua pasien mengalami menarche normal (100%). Pada penelitian ini, sebanyak 80% pasien mengalami rekurensi endometriosis derajat sedang-berat dan 20% derajat minimal-ringan. Ekspresi KRAS ditemukan pada 9/35 (25,7%) pasien dengan tingkat ekspresi pada masing-masing derajat adalah 28,5% pada derajat minimal-ringan dan 25% pada derajat sedang-berat. Penelitian ini tidak menemukan hubungan antara ekspresi KRAS dengan klasifikasi rekurensi endometriosis (p=1,000). Penelitian ini juga tidak menemukan hubungan antara ekspresi KRAS dengan rekurensi endometriosis (p=0,225) Kesimpulan: Pada penelitian ini tidak ditemukan hubungan antara ekspresi KRAS dengan klasifikasi rekurensi endometriosis dimana ekspresi yang terjadi pada derajat minimal-ringan dan sedang-berat hampir serupa yang menunjukan ekspresi KRAS berperan dalam rekurensi.
Full text
3,218 characters
· extracted from
oa-pdf
· click to expand
2
HUBUNGAN KLASIFIKASI REKURENSI ENDOMETRIOSIS
DENGAN EKSPRESI KIRSTEN RAT SARCOMA
VIRAL ONCOGENE HOMOLOG (KRAS)
TESIS
OLEH:
dr. MARDONI EFRIJON
NIM 2150305218
PEMBIMBING:
Dr. dr. Syamel Muhammad Sp.OG (K) Onk
dr.Husna Yetti, PhD
PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS OBSTETRI
DAN GINEKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ANDALAS
RSUP DR. M. DJAMIL
PADANG
2025
x
ABSTRAK
HUBUNGAN KLASIFIKASI REKURENSI ENDOMETRIOSIS
DENGAN EKSPRESI KIRSTEN RAT SARCOMA
Mardoni Efrijon1, Syamel Muhammad2, Husna Yetti3
1Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RSUP Dr. M. Djamil
Padang
2Divisi Onkologi, Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas
Andalas/RSUP Dr. M. Djamil Padang
3Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran, Universitas
Andalas
Latar Belakang : Beberapa penelitian telah mengevaluasi hubungan ekspresi KRAS dengan
klasifikasi dan kekambuhan pada endometriosis. Mutasi yang mengaktifkan gen KRAS berdampak
pada transformasi sel dan peningkatan resistensi terhadap terapi. Selain itu, hal ini juga berhubungan
dengan keparahan anatomi endometriosis. Namun hasil studi yang ditemukan masih bervariasi
Tujuan: Mengetahui hubungan klasifikasi rekurensi endometriosis dengan kejadian ekspresi KRAS
pada pasien endometriosis di RSUP Dr. M. Djamil Padang
Metode: Penelitian ini memiliki desain cross sectional yang dilakukan di RSUP Dr.M.Djamil
Padang mulai Januari 2024 hingga Desember 2024. Sampel adalah pasien endometriosis rekurensi
yang terdaftar di RSUP Dr.M.Djamil Padang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data
yang dikumpulkan yaitu data demografi pasien, klasifikasi endometriosis, hasil pemeriksaan KRAS
dan evaluasi pola rekurensi endometriosis pasca operasi. Analisis bivariat dilakukan dengan Uji
Fisher exact dengan nilai p40 tahun (42,9% , dengan 49,5 % pasien memiliki
IMT berlebih (31,4% overweight dan 17,1% obesitas). Sebagian besar mengalami rekurensi dalam
waktu >1 tahun (71,4%), sebanyak 48,6% tidak memiliki anak dan 48,6% memiliki 2-3 anak. Semua
pasien mengalami menarche normal (100%). Pada penelitian ini, sebanyak 80% pasien mengalami
rekurensi endometriosis derajat sedang-berat dan 20% derajat minimal-ringan. Ekspresi KRAS
ditemukan pada 9/35 (25,7%) pasien dengan tingkat ekspresi pada masing-masing derajat adalah
28,5% pada derajat minimal-ringan dan 25% pada derajat sedang-berat. Penelitian ini tidak
menemukan hubungan antara ekspresi KRAS dengan klasifikasi rekurensi endometriosis (p=1,000).
Penelitian ini juga tidak menemukan hubungan antara ekspresi KRAS dengan rekurensi
endometriosis (p=0,225)
Kesimpulan: Pada penelitian ini tidak ditemukan hubungan antara ekspresi KRAS dengan
klasifikasi rekurensi endometriosis dimana ekspresi yang terjadi pada derajat minimal-ringan dan
sedang-berat hampir serupa yang menunjukan ekspresi KRAS berperan dalam rekurensi.
Kata kunci : rekurensi, endometriosis, klasifikasi, ekspresi KRAS
Text is read by the "Ask this paper" AI Q&A widget below.
Extraction quality varies by source — PMC NXML preserves structure
cleanly, OA-HTML may include some navigation residue, and OA-PDF can
have broken hyphenation. The publisher copy
is the canonical version.