Pendidikan vokasional dalam tingkat SMP sebagai upaya mempercepat pemenuhan tenaga ahli abad 21
preprint
OA: closed
Abstract
Perkembangan IPTEKS selalu diiringi dengan pertambahan kebutuhan dan berdampak pada penetrasi tenaga kerja, investasi dan teknologi. Saat ini liberalisasi pasar dan kerjasama regional tidak terhindarkan. Faktanya, negara paling banyak mengalami penetrasi adalah negara dengan SDA melimpah (Indonesia). Indonesia sudah mempersiapkan pembangunan infrastruktur dan penetapan kebijakan ekonomi, namun kurang fokus pada investasi melalui pendidikan vokasi. Pendidikan vokasional berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat dibidang industri dan usaha. Pendidikan vokasional penting karena era perdagangan bebas membutuhkan tenaga ahli. Di Indonesia pendidikan vokasi dimulai pada tingkat SMU dengan PSG 4 bulan, sistem ini tidak efektif karena praktik hanya sebentar. Akan lebih efektif jika pendidikan vokasi dimulai pada jenjang SMP, dengan PSG mulai kelas satu sampai lulus (sistem pembelajaran 50:50), tujuannya adalah membuat aktivitas belajar siswa menjadi aplikatif langsung dengan konsep dasar learning by doing. Dengan kata lain pendidikan vokasional sejak pendidikan menengah pertama seperti ini akan mempercepat pemenuhan kebutuhan akan tenaga ahli
My notes (saved in your browser only)
Citation neighborhood (no data yet)
We don't have any in-corpus citations linked to this paper yet. The paper's references may be in our DB but unresolved to ``paper_id`` (resolution happens at ingest when the cited DOI matches a row we already have). Run the cross-source citation reconcile pass to retry.
Source provenance
- europepmc
- last seen: 2026-05-19T01:45:01.086888+00:00