Analisis Faktor Risiko Kanker Ovarium Subtipe Clear Cell dan Endometrioid di RSUP Dr. M. Djamil Padang

dissertation OA: green CC0
📄 Open PDF Full text JSON View on OpenAlex
⚙ AI-generated summary by qwen3.7-flash, 2026-09-20 ⓘ

This cross-sectional study found no significant association between age, parity, and menopausal status with the incidence of clear cell and endometrioid ovarian cancer subtypes associated with endometriosis.

One-sentence paraphrase of the abstract; not a substitute for reading it. No clinical advice. How this works

⚙ AI-generated deep summary by qwen3.7-flash, 2026-09-20 · read from full text ⓘ

This study analyzed risk factors for clear cell and endometrioid subtypes of ovarian cancer at a hospital in Padang, Indonesia. The research investigated demographic and clinical variables including age, menopausal status, parity, oral contraceptive use, age of menarche, and family history of cancer to identify associations with these specific histological types. While the introduction extensively reviews the established link between endometriosis as a precursor lesion and these ovarian cancer subtypes, the abstract does not detail the specific statistical results of the patient cohort analysis. Relevance to endometriosis: Centrally about the condition, as the paper investigates clear cell and endometrioid ovarian cancers which are explicitly identified in the text as being closely associated with and potentially arising from endometriosis lesions.

Read from the paper's body, not the abstract. Not a substitute for reading the paper. No clinical advice. How this works

Abstract

Endometriosis memiliki hubungan dan dapat berkembang menjadi kanker ovarium dengan endometriosis (EAOC), terutama subtipe clear cell dan endometrioid. Penyebab EAOC multifaktorial terutama behubungan dengan ovulasi dan hormonal seperti usia, paritas, status menopause, usia menarche, kontrasepsi oral dan riwayat kanker keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko dengan EAOC subtipe clear cell dan endometrioid. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain Cross Sectional terhadap 35 pasien kanker ovarium subtipe clear cell dan endometrioid di RSUP Dr. M. Djamil. Data pasien diperoleh melalui pencatatan yang terdapat pada rekam medis pasien dan data laboratorium patologi anatomi di RSUP.DR.M.Djamil pada periode Januari 2016 – Desember 2018. Data dianalisis menggunakan Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian didapatkan kanker ovarium subtipe clear cell dan endometrioid banyak terjadi pada ibu usia ≥45 tahun (24%), memiliki ≥1 anak (30%), sudah menopause (22,7%), tidak menggunakan kontrasepsi oral (26,5%), tidak ada riwayat kanker keluarga (26,5%) dan usia menarche ≥12 tahun (30%). Penelitian ini tidak terdapat hubungan faktor usia, paritas dan status menopause dengan kejadian kanker ovarium subtipe clear cell dan endometrioid dengan nilai p<0,05. \nKesimpulan penelitian ini adalah faktor risiko usia, paritas dan status menopause tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kanker ovarium subtipe clear cell dan endometrioid.
Full text 11,895 characters · extracted from oa-pdf · click to expand
1 Fakultas Kedokteran Universitas Andalas 1 BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang 1.1 Kanker ovarium adalah kanker yang terbentuk dari jaringan kelenjar reproduksi penghasil sel ovum pada wanita. 1 Kanker ovarium adalah keganasan ginekologi yang mematikan dengan angka kejadian dan kematian yang cukup tinggi.2 Secara global kanker ovarium menempati urutan ke -7 dari seluruh jenis kanker dengan perkiraan 239.000 kasus baru tiap tahun. 3 Kanker ovarium merupakan satu dari tujuh penyebab utama kematian kanker di kalangan perempuan yang bertanggungjawab untuk sekitar 140.000 kematian tiap tahun.4 Tingginya angka kematian akibat kanker ovarium disebabkan oleh karena sebagian besar kasus kan ker ovarium sudah bermetasasis ke luar ovarium pada saat diagnosis. Deteksi yang terlambat sebagian besar disebabkan karena tanda dan gejala yang tidak spesifik pada fase awal pertumbuhan kanker .5 Sehingga kanker ovarium sulit untuk didiagnosis atau diagno sisnya sering tertunda yang menyebabkan pasien dengan kanker ovarium sering ditemukan sudah stadium lanjut, oleh sebab itu kanker ini sering disebut silent killer.6,7 Insidensi kematian akibat kanker lebih tinggi di negara berkembang dibandingkan negara m aju. Hal ini disebabkan karena rendahnya pengetahuan masyarakat akan faktor risiko kanker dan kurangnya deteksi dini terhadap kanker.8 Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan Saed Razi et al yang mengkaji tentang insidensi kanker ovarium di Asia, didapatkan jumlah kejadian kanker ovarium di Asia pada tahun 2012 sebanyak 110.526 kasus. Dari penelitian tersebut didapatkan 5 negara dengan jumlah kasus kanker ovarium terbanyak pada tahun 2012 yaitu Cina (34.575 kasus), India (26.834 kasus), Indonesia ( 10.238 kasus), Jepang (8.921 kasus), dan Pakistan (3.703 kasus).9 Di Indonesia kanker ovarium merupakan satu dari sepuluh kanker yang paling sering diderita oleh wanita.10,11 Data dari Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 menunjukkan bahwa kanker ovarium bers ama dengan kanker serviks selalu menempati posisi 3 besar di 10 provinsi yang menduduki urutan teratas distribusi kanker di Indonesia. 12 Hal ini juga didukung oleh data dari beberapa rumah sakit di Indonesia seperti Rumah Sakit Kanker Dharmais dari tahun 2 010-2013 kanker 2 Fakultas Kedokteran Universitas Andalas ovarium menempati urutan ke 4 penyakit kanker terbanyak selama 4 tahun berturut-turut.10 Rumah sakit Umum Pusat Sanglah yang melakukan penelitian dari Juli 2013 - Juni 2014 dengan jumlah kasus sebanyak 73 kasus dari 476 kasus kanker ginekologis (15,33%).13 Berdasarkan tipe sel tumor ovarium terbagi atas tiga tipe utama yaitu ephitelial ovarium tumor , sex cord -stromal ovarium tumor, germ cell ovarium tumor.1 Kanker ovarium yang paling sering ditemukan adalah tipe epitel yang menyumbang lebih dari 85% dari semua tumor ovarium bila dibandingkan dengan tipe tumor yang lain.14 Tipe epitelial terbagi lagi menjadi 4 subtipe yaitu serosum, musinosum, endometrioid, dan clear cell. Masing- masing subtipe memiliki faktor risiko, sifat biologis, dan respon terapi yang berbeda-beda.15 Meskipun etiologi kanker ovarium secara umum belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor risiko yang dikaitkan dengan kemungkin an kejadian yang lebih tinggi pada kanker ovarium. Salah satu faktor risiko kanker ovarium adalah endometriosis. 16,17,18 Endometriosis adalah suatu gangguan klinis jinak yang ditandai dengan adanya proliferasi kelenjar endometrium dan stroma di luar uterus, terutama terdapat di ovarium dan cavum douglas. 19,20,21, 22 Meskipun endometriosis belum diklasifikasikan sebagai kondisi premaligna, namun terdapat penelitian yang menunjukkan hubungan antara endometriosis dengan kanker ovarium. Endometriosis menunjukkan karakteristik yang menyerupai keganasan, diantaranya penyebaran lokal dan jauh, kehilangan kontrol proliferasi sel, dan invasi. 5 Brinton et al. pada tahun 2004 melaporkan bahwa pasien yang menderita endometriosis memiliki standard incidence ratio (SIR) sebesar 4,19 ( confidence interval 95%, 2,0-7,7) untuk berkembang menjadi kanker ovarium, bila dibandingkan dengan pasien yang tidak memiliki riwayat endometriosis.23 Peneliti lain melaporkan risiko kanker ovarium jauh lebih tinggi pada wanita dengan endometriosis, seperti yang digambarkan oleh penelitian Kobayashi et al pada 2007 di mana standard incidence ratio (SIR) adalah 8,95 (confidence interval 95%, 4,12-15,3).24 Endometriosis merupakan penyakit ginekologi yang umum terjadi dan sering pada wanita usia produktif. 13 Endometriosis mempengaruhi sekitar 3 -10% wanita dalam kelompok usia reproduksi, 2 -5% wanita pascamenopause, dan 25 - 3 Fakultas Kedokteran Universitas Andalas 80% wanita tidak subur.5 Endometriosis jarang terjadi sebelum wanita mengalami menstruasi dan akan membaik setelah m enopause.22 Hal ini disebabkan karena endometriosis merupakan penyakit yang berhubungan dengan hormon estrogen. 25 Berbeda dengan endometriosis, secara umum kanker ovarium sering terjadi pada wanita yang telah menopause, risiko kejadian kanker ovarium semak in tinggi seiring bertambahnya usia terutama pada wanita usia >40 tahun.13 Namun terdapat perbedaan karakteristik usia pada kanker ovarium dengan endometriosis, penelitian menunjukkan pasien yang didiagnosis kanker ovarium dengan endometriosis 6 tahun lebi h muda dibandingkan dengan pasien kanker ovarium tanpa endometriosis.26 Kanker ovarium subtipe endometrioid dan clear cell diketahui berhubungan erat dengan endometriosis. 27 Dari beberapa penelitian menyatakan bahwa endometriosis terutama endometriosis ovarium kistik merupakan lesi prekursor dari kanker ovarium epitelial clear cell dan endometrioid. 28,29 Kanker ovarium yang berhubungan dengan endometriosis disebut Endometriosis- Associated Ovarian Cancer (EAOC).25 Beberapa penelitian menemukan adanya perkembangan endometriosis dari lesi histopatologi jinak ke jaringan ganas yang invasif. Namun, mekanisme yang tepat untuk transformasi dari endometriosis ke kanker ovarium masih belum diketahui secara pasti. 5 Menurut Somigliana et al. terdapat dua mekanisme yang dapat menjelaskan hubungan antara endometriosis dengan kanker ovarium, mekanisme pertama yaitu sel endometriosis mengalami mutasi genetik yang memicu perubahan karakteristik menjadi keganasan. Teori ini mendukung bahwa endometriosis merupakan prekur sor dari beberapa tipe histopatologi kanker ovarium terutama subtipe endometrioid dan clear cell.30 Mekanisme yang kedua yaitu endometriosis dan kanker ovarium memiliki beberapa faktor risiko yang sama. 30 Diantaranya menarche dini, late menopause, terdapatnya paparan estrogen, dan nulliparitas, sedangkan untuk faktor protektif salah satunya adalah kontrasepsi oral. 17,31,32,33 Faktor risiko tersebut diduga merupakan faktor risiko kanker ovarium dengan endometriosis. Faktor risiko tersebut berkaitan erat deng an teori incessant ovulation dan hormonal terutama hormon estrogen dan progesteron.25,32,34 4 Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Kehamilan dan penggunaan kontrasepsi oral dikaitkan dengan penurunan risiko kejadian kanker ovarium dengan endometriosis. 35,36 Kanker ovarium lebih berisiko tinggi pada wanita nullipara dan tidak menggunakan kontrasepsi oral.34,36,37 Kehamilan dan penggunaan kontrasepsi oral menyebabkan berkurangnya siklus ovulasi hal ini dikaitkan dengan teori incessant o vulation. Pada teori incessant ovulation keganasan ovarium terjadi karena kegagalan proses penyembuhan sel-sel epitel ovarium yang rusak akibat ovulasi. Penyembuhan luka yang sempurna memerlukan waktu, bila terjadi ovulasi atau trauma baru sebelum penyembuhan tercapai akan menyebabkan proses penyembuhan terganggu da n kacau sehingga dapat menimbulkan proses transformasi menjadi keganasan. 38 Ini sejalan dengan penelitian y ang dilakukan Ko -Hui Tung et al dan Modugno et al.35,39 Namun berkebalikan dengan hasil penelitian Melin et al dan zanetta et al.40,41 Wanita dengan riwayat usia menarche dini ( <12tahun) dan pascamenopause berisiko lebih tinggi untuk kanker ovarium dengan endometriosis.25,32 Usia menarche dini menyebabkan usia menopause yang lebih lama, sehingga keterpaparan estrogen lebih lama dan angka ovulasi seora ng wanita dengan menarche dini lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang memiliki menarche normal.42 Endometriosis dan kanker ovarium bersifat estrogen dependent, dimana perkembangannya di stimulasi oleh peningkatan kadar estrogen dan penurunan kadar progesteron.25 Bila terjadi peningkatan kadar estrogen pada lingkungan endometriosis yang terdapat di ovarium dapat menyebabkan proliferasi dan peningkatan kemungkinan kerusakan dan mutasi DNA, yang memungkinkan untuk terjadinya kanker ovarium.43 Teori ini didukung oleh penelitian yang dilakukan Andi Faizal Fachlevy et al dan Kobayashi et al.24,42 Namun berkebalikan dengan hasil penelitian Tsilidis et al dan Kadan et al.44,45 Adanya pro dan kontra faktor risiko kejadian kanker ovarium dengan endometriosis dan belum terdapat penelitian mengenai faktor risiko kanker ovarium dengan endometriosis di Padang. Penulis tertarik untuk meneliti analisis faktor risiko kanker ovarium subtipe clear cell dan endometrioid dengan endometriosis di RSUP Dr. M. Djamil Padang. 5 Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Rumusan Masalah 1.2 Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah: 1. Bagaimana karakteristik pasien kanker ovarium clear cell dan endometrioid di RSUP Dr. M. Djamil Padang ? 2. Apa saja faktor yang mempengaruhi kejadian kanker ovarium subtipe clear cell dan endometrioid di RSUP Dr. M. Djamil Padang ? Tujuan Penelitian 1.3 Tujuan Umum 1.3.1 Mengetahui karakteristik dan faktor risiko yang mempengaruhi kejadian kanker ovarium subtipe clear cell dan endometrioid. Tujuan khusus 1.3.2 1. Mengetahui karakteristik kanker ovarium subtipe clear cell dan endometrioid. 2. Mengetahui hubungan usia dengan kejadian kanker ovarium subtipe clear cell dan endometrioid. 3. Mengetahui hubungan menopause dengan kejadian kanke r ovarium subtipe clear cell dan endometrioid. 4. Mengetahui hubungan kontrasepsi oral dengan kejadian kanker ovarium subtipe clear cell dan endometrioid. 5. Mengetahui hubungan paritas dengan kejadian kanker ovarium subtipe clear cell dan endometrioid. 6. Mengetahui hubungan usia menarche dengan kejadian kanker ovarium subtipe clear cell dan endometrioid. 7. Mengetahui hubungan riwayat kanker keluarga dengan kejadian kanker ovarium subtipe clear cell dan endometrioid. Manfaat Penelitian 1.4 Penelitian ini memilik i beberapa manfaat terhadap berbagai pihak diantaranya sebagai berikut. 6 Fakultas Kedokteran Universitas Andalas 1. Manfaat bagi penulis Penelitian ini tidak hanya bermanfaat sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gel ar sarjana k edokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang, ak an tetapi yang terpenting bagi penulis adalah penulis dapat menambah ilmu pengetahuan mengenai faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya kanker ovarium dengan endometriosis. 2. Manfaat bagi praktisi kesehatan Manfaat bagi praktisi kesehatan penelitian ini d apat memberikan informasi mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kanker ovarium terkait endometriosis. Sehingga diharapkan dapat membantu identifikasi awal atau skrining wanita yang berisiko tinggi terhadap kanker ovarium yang memiliki riw ayat endometriosis. Selain itu dapat membuka peluang penelitian lebih lanjut sehingga bisa mencegah kompikasi yang mungkin muncul 3. Manfaat bagi masyarakat Manfaat bagi masyarakat adalah sebagai bahan edukasi bahwa banyak faktor yang mempengaruhi kejadian kanker ovarium salah satunya adalah endomeriosis.

Text is read by the "Ask this paper" AI Q&A widget below. Extraction quality varies by source — PMC NXML preserves structure cleanly, OA-HTML may include some navigation residue, and OA-PDF can have broken hyphenation. The publisher copy is the canonical version.

My notes (saved in your browser only)

⚙ Ask this paper AI returns verbatim quotes from the full text · source: oa-pdf ⓘ

Answers must be backed by verbatim quotes from this paper's full text. Hallucinated quotes are dropped automatically; if no verbatim passage answers the question, we say so. How this works

Condition tags

endometriosis

Citation neighborhood (no data yet)

We don't have any in-corpus citations linked to this paper yet. The paper's references may be in our DB but unresolved to ``paper_id`` (resolution happens at ingest when the cited DOI matches a row we already have). Run the cross-source citation reconcile pass to retry.

Source provenance

openalex
last seen: 2026-05-11T07:30:27.065691+00:00
License: CC0 · commercial use OK