Evaluasi Laparoskopi pada Pasien Infertil dengan Endometriosis di Klinik Fertilitas RSUD Dr. Soetomo Surabaya

dissertation OA: green CC0
📄 Open PDF View on OpenAlex

Abstract

Infertilitas adalah kegagalan pasangan suami istri untuk memiliki anak setelah 12 bulan melakukan senggama secara rutin saat tidak menggunakan kontrasepsi, kelainan ini terbagi menjadi 2 tipe yaitu primer dan sekunder. Infertilitas adalah gangguan pada sistem reproduksi, salah satu penyakit yang dapat menyebabkan infertilitas adalah endometriosis. Endometriosis dapat terjadi pada wanita di usia reproduktif, diperkirakan 1 dari 10 wanita di dunia berada pada resiko tinggi untuk, atau sedang mengalami gangguan ini. Pemeriksaan baku emas untuk menegakkan diagnosis endometriosis adalah laparoskopi diagnostik, pemeriksaan ini dapat memberikan gambaran langsung dari jaringan yang tumbuh di dalam rongga abdomen, dan di luar rongga uterus dan relatif minim invasi, keunggulan yang tidak dimiliki pencitraan radiologi dan laparotomi. \nPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik pasien infertil yang terdiagnosa mengalami endometriosis beserta hasil evaluasi laparoskopi pasien tersebut di klinik fertilitas RSUD Dr. Soetomo dari tahun 2014 sampai dengan 2016. \nVariabel yang diteliti adalah : Prevalensi infertilitas dengan endometriosis, usia pasien, jenis nyeri yang dikeluhkan, durasi infertilitas yang dialami oleh pasien, keberadaan dan posisi dari kista, stadium endometriosis, jenis tindakan bedah pada laparoskopi operatif, dan tingkat keberhasilan hamil setelah operasi. Data hasil penelitian yang didapatkan akan dipaparkan dalam bentuk tabel. \nHasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien yang mengalami infertilitas disertai endometriosis sebanyak 44%. Dari seluruh pasien yang mengalami infertilitas dengan endometriosis, usia pasien terbanyak adalah pada 30-34 tahun (37,73%), durasi keluhan infertilitas terbanyak adalah selama kurang dari 5 tahun (52,92%), jenis keluhan nyeri yang paling banyak dirasakan adalah dysmenorrhoea (69,05%), stadium endometriosis terbanyak adalah stadium III (43,86%), posisi kista terbanyak yaitu bilateral (42,66%), tindakan pembedahan yang paling sering dilakukan adalah ablasi lesi endometriosis (35,37%) dan jumlah pasien endometriosis yang menyatakan sudah hamil 25%. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran penyakit endometriosis di Surabaya terutama di RSUD Dr. Soetomo.

My notes (saved in your browser only)

Condition tags

endometriosisdysmenorrhea

Citation neighborhood (no data yet)

We don't have any in-corpus citations linked to this paper yet. The paper's references may be in our DB but unresolved to ``paper_id`` (resolution happens at ingest when the cited DOI matches a row we already have). Run the cross-source citation reconcile pass to retry.

Source provenance

openalex
last seen: 2026-05-11T07:19:21.664099+00:00
License: CC0 · commercial use OK