Tugas Metodologi Penelitian

preprint OA: closed CC-BY-4.0
🔓 Open OA copy View at publisher

Abstract

Latar Belakang : Cedera kepala merupakan salah satu kasus penyebab kecacatan dan kematian yang menjadi masalah kesehatan utama. Penanganan awal dapat meminimalisir seorang pasien terkena cedera kepala sekunder. Salah satu cara untuk melalukan penanganan pasien dengan cedera kepala diantaranya dengan menjaga jalan nafas dengan pemberian terapi oksigenasi. Tujuan : Mengetahui penerapan teknik head up 30° terhadap peningkatan perfusi jaringan otak pada pasien yang mengalami cedera kepala sedang. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif menggunakan metode pendekatan studi kasus. Subyek dalam penelitian ini adalah dua orang klien yang mengalami cedera kepala sedang. Hasil: Setelah diberikan terapi peninggian kepala 30° pada Tn.A dan Tn.I tidak mengalami sesak dibuktikan dengan RR dalam batas normal dan peningkataan kesadaran. Kesimpulan: Penerapan teknik head up 30° dapat meningkatan perfusi jaringan otak pada pasien yang mengalami cedera kepala sedang.Latar Belakang: Metode pembelajaran Team Based Learning (TBL) sebagai salah satu metode pembelajaran yang saat ini banyak digunakan di negara maju. TBL dapat meningkatkan belajar mahasiswa dalam kerjasama kelompok, mahasiswa sangat terlibat aktif dalam proses kegiatan belajar untuk memecahkan masalah sambil mengembangkan kompetensi professional. Faktor internal TBL dipengaruhi oleh motivasi, pengendalian diri dan manajemen diri mahasiswa. Tujuan: Literatur review ini menganalisis tentang metode TBL terhadap kerjasama tim. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan study literature dengan menggunakan beberapa sumber yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yang telah ditetapkan peneliti, artikel yang digunakan publish pada tahun 2011-2017. Hasil: Delapan artikel dipakai dalam review, menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam skor rata-rata mahasiswa yang dirasakan pada kerja tim. TBL memfasilitasi pembelajaran mahasiswa secara aktif melalui penggunaan kelompok kecil. TBL lebih efektif dari pada pembelajaran konvensional. Kesimpulan: Metode Pembelajaran berbasis tim atau Team Based Learning (TBL) dapat mengembangkan kemampuan bekerjasama dalam tim dengan pendekatan pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam melakukan proses belajarnya.Kata kunci: Latar Belakang: Metode pembelajaran Team Based Learning (TBL) sebagai salah satu metode pembelajaran yang saat ini banyak digunakan di negara maju. TBL dapat meningkatkan belajar mahasiswa dalam kerjasama kelompok, mahasiswa sangat terlibat aktif dalam proses kegiatan belajar untuk memecahkan masalah sambil mengembangkan kompetensi professional. Faktor internal TBL dipengaruhi oleh motivasi, pengendalian diri dan manajemen diri mahasiswa. Tujuan: Literatur review ini menganalisis tentang metode TBL terhadap kerjasama tim. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan study literature dengan menggunakan beberapa sumber yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yang telah ditetapkan peneliti, artikel yang digunakan publish pada tahun 2011-2017. Hasil: Delapan artikel dipakai dalam review, menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam skor rata-rata mahasiswa yang dirasakan pada kerja tim. TBL memfasilitasi pembelajaran mahasiswa secara aktif melalui penggunaan kelompok kecil. TBL lebih efektif dari pada pembelajaran konvensional. Kesimpulan: Metode Pembelajaran berbasis tim atau Team Based Learning (TBL) dapat mengembangkan kemampuan bekerjasama dalam tim dengan pendekatan pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam melakukan proses belajarnya.Latar belakang: Asma salah satu gangguan pada sistem pernapasan yang ditandai dengan sesak napas, batuk dan mengi. Salah satu penatalaksanaan yang bisa dilakukan pada pasien asma adalah dengan tindakan nonfarmakologis pursed lips breathing. Tujuan: Penelitian untuk mengetahui pengaruh pursed lips breathing dalam terhadap peningkatan Arus Puncak Ekspirasi (APE) pada pasien asma. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment pretest-posttest with control group. Jumlah subyek penelitian 20 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 10 kelompok intervensi dan 10 kelompok kontrol. Pengukuran APE menggunakan philips respironics peak flow meter. Data dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Hasil: Terdapat peningkatan APE pasien asma dengan p value 0,001 (p < 0,05). Pursed lips breathing membantu memperbaiki transportasi oksigen, melatih otot respirasi serta meningkatkan pengeluaran karbondioksida. Kesimpulan: Diharapkan perawat mengaplikasikan pursed lips breathing sebagai intervensi keperawatan mandiri pasien asma. Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian terkait pursed lips breathing pada pasien asma.

My notes (saved in your browser only)

Citation neighborhood (no data yet)

We don't have any in-corpus citations linked to this paper yet. The paper's references may be in our DB but unresolved to ``paper_id`` (resolution happens at ingest when the cited DOI matches a row we already have). Run the cross-source citation reconcile pass to retry.

Source provenance

europepmc
last seen: 2026-05-19T01:45:01.086888+00:00
unpaywall
last seen: 2026-05-27T02:00:06.600101+00:00
License: CC-BY-4.0