Full text
6,377 characters
· extracted from
oa-pdf
· click to expand
1
IR - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
TUGAS AKHIR ANALISIS FAKTOR RISIKO.... NIKMATUL KHOIRIA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Salah satu masalah kesehatan yang dihadapi oleh wanita pada zaman ini
adalah kesehatan alat reproduksi. Menurut American Cancer Society (ACS, 2020),
kanker ovarium menduduki ranking kelima pada pada daftar kanker yang
menyebabkan kematian pada wanita. Kemungkinan wanita untuk dapat terkena
kanker ovarium semasa hidupnya adalah 1:78, sedangkan kemungkinan
meninggal karena kanker ovarium adalah 1:108.
Secara garis besar, kebanyakan massa ovarium bersifat jinak dan potensi
untuk berkembang menuju ganas hanya 2%. Usia menjadi faktor utama sebagai
faktor risiko keganasan ovarium. Massa adneksa sering terbentuk selama usia
reproduksi. Pada usia ini, massa tersebut biasanya disebabkan oleh kista ovarium
fungsional, neoplasma ovarium jinak, atau adanya perubahan akibat infeksi pada
tuba fallopi (Heffner dan Schust, 2008).
Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang berada di ovarium (Yatim,
2005). Menurut Depkes RI (2011), kista ovarium adalah suatu tumor, baik
berukuran kecil ataupun besar, cystic ataupun padat, jinak ataupun ganas. Ini
merupakan salah satu tumor jinak yang sering ditemukan pada wanita di masa
reproduksinya.
Menurut WHO (2015), terdata 234.000 wanita di seluruh dunia yang
terdiagnosis kista ovarium, dan kurang lebih sebanyak 53,40% meninggal dunia.
2
IR - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
TUGAS AKHIR ANALISIS FAKTOR RISIKO.... NIKMATUL KHOIRIA
Di Indonesia, angka kejadian pada tahun 2015 dilaporkan sebanyak 23.400 wanita
mengalami kista ovarium, dan 59,40% (13.900 orang) meninggal dunia
(Kemenkes RI, 2015).
Kista ovarium dapat berubah menjadi ganas atau dapat disebut kanker, selain
itu juga dapat mengalami torsi atau terpeluntir sehingga menimbulkan nyeri,
pendarahan, infeksi hingga kematian pada penderitanya (Wiknjosastro, 2008).
Tingginya angka kematian oleh kista ovarium adalah karena gejala atau keluhan
tidak muncul pada penderita hingga terjadi metastasis, sebanyak 60-70% pasien
yang datang ke rumah sakit biasanya sudah berada pada stadium lanjut
(Kemenkes, 2015). Kista ovarium seringkali disebut sebagai silent killer karena
banyaknya wanita yang terlambat mengetahui adanya kista saat sudah dapat
teraba dari luar atau membesar (Manuaba, 2010).
Berdasarkan survei demografi kesehatan Indonesia, angka kejadian kista
ovarium di Indonesia mencapai 37,2%, dan sering terjadi pada wanita berusia 20-
40 tahun, pada masa pubertas atau kurang dari 20 tahun jarang terjadi (Susianti,
2017). Beberapa faktor yang dapat menimbulkan kista ovarium seperti nullipara,
melahirkan pertama kali pada usia di atas 35 tahun, wanita yang mempunyai
keluarga dengan riwayat kehamilan pertama terjadi pada usia di bawah 25 tahun
(Winkjosastro, 2005).
Pada sebagian besar kasus yang ditemukan, kista ovarium bersifat jinak dan
dapat ditangani dengan mudah. Pada usia premenopause, risiko keganasan kista
ovarium adalah 1 : 1000 (Farahani et al., 2017), yang menunjukkan bahwa sangat
jarang terjadi keganasan pada kista ovarium. Berdasarkan survei yang dilakukan
3
IR - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
TUGAS AKHIR ANALISIS FAKTOR RISIKO.... NIKMATUL KHOIRIA
di RSU Haji Surabaya, pada tahun 2018-2019, dari 84 kejadian kista ovarium
terdapat 3 kejadian yang menunjukkan adanya keganasan pada kista ovarium.
Setelah ditinjau dari bahaya serta tingginya angka kejadian kista ovarium,
penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Analisis Faktor Risiko
Keganasan Kista Ovarium Di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya Tahun 2018-
2019”.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu:
1. Apakah terdapat hubungan antara usia dengan keganasan kista ovarium pada
pasien kista ovarium di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya pada tahun 2018-
2019?
2. Apakah terdapat hubungan antara jenis kista ovarium dengan keganasan kista
ovarium pada pasien kista ovarium di Rumah Sakit Umum Haji
Surabayapada tahun 2018-2019?
3. Apakah terdapat hubungan antara letak kista ovarium dengan keganasan kista
ovarium pada pasien kista ovarium di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya
pada tahun 2018-2019?
4. Apakah terdapat hubungan antara ada tidaknya pendarahan pada kista dengan
keganasan kista ovarium pada pasien kista ovarium di Rumah Sakit Umum
Haji Surabaya pada tahun 2018-2019?
4
IR - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
TUGAS AKHIR ANALISIS FAKTOR RISIKO.... NIKMATUL KHOIRIA
1.3 Tujuan
Tujuan dari penelitian ini yaitu:
1. Untuk mengetahui hubungan antara usia dengan keganasan kista ovarium pada
pasien kista ovarium di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya pada tahun 2018-
2019?
2. Untuk mengetahui hubungan antara jenis kista ovarium dengan keganasan kista
ovarium pada pasien kista ovarium di Rumah Sakit Umum Haji Surabayapada
tahun 2018-2019?
3. Untuk mengetahui hubungan antara letak kista ovarium dengan keganasan
kista ovarium pada pasien kista ovarium di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya
pada tahun 2018-2019?
4. Untuk mengetahui hubungan antara ada tidaknya pendarahan pada kista
dengan keganasan kista ovarium pada pasien kista ovarium di Rumah Sakit
Umum Haji Surabaya pada tahun 2018-2019?
1.4 Manfaat
1.4.1 Manfaat Akademis
1. Memberikan hasil analisis terhadap faktor risiko keganasan kista ovarium
pada pasien di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya pada tahun 2018-2019.
2. Menambah wawasan dan pengetahuan, serta dapat dijadikan sebagai
referensi untuk penelitian lebih lanjut.
5
IR - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
TUGAS AKHIR ANALISIS FAKTOR RISIKO.... NIKMATUL KHOIRIA
1.4.2 Manfaat Praktis
1. Memberikan hasil analisis distribusi penderita kista ovarium berdasarkan
usia pasien kista ovarium di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya pada
tahun 2018-2019.
2. Memberikan hasil analisis distribusi penderita kista ovarium berdasarkan
jenis kista ovarium di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya pada tahun
2018-2019.
3. Memberikan hasil analisis distribusi penderita kista ovarium berdasarkan
letak kista ovarium di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya pada tahun
2018-2019.
4. Memberikan hasil analisis distribusi penderita kista ovarium berdasarkan
ada atau tidaknya pendarahan dari kista ovarium di Rumah Sakit Umum
Haji Surabaya pada tahun 2018-2019.
Text is read by the "Ask this paper" AI Q&A widget below.
Extraction quality varies by source — PMC NXML preserves structure
cleanly, OA-HTML may include some navigation residue, and OA-PDF can
have broken hyphenation. The publisher copy
is the canonical version.