IMPLEMENTASI FILOSOFI PENDIDIKAN INKLUSI DALAM SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA MENUJU MERDEKA BELAJAR
preprint
OA: closed
CC-BY-4.0
Abstract
Pelaksanaan pendidikan inklusi berarti menciptakan lingkungan di mana siswa-siswa dengan kebutuhan khusus dapat belajar, bermain, dan berinteraksi dengan semua anak, yang salah satunya dilakukan melalui sekolah inklusi. Pemerintah telah lama memperjuangkan pendidikan inklusi, namun implementasinya belum sepenuhnya optimal. Pendidikan saat ini sering dianggap sebagai bisnis bagi penguasa, yang menyebabkan stigma bahwa pendidikan itu mahal, menimbulkan beban finansial bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Terlebih lagi, anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) sering kali dianggap rendah oleh rekan-rekan sekolahnya. Sekolah inklusi menyediakan program pendidikan khusus dan kurikulum yang telah dimodifikasi oleh guru untuk memenuhi kebutuhan peserta didik difabel, sehingga mereka memperoleh proses belajar secara optimal dan mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan kondisinya. Mereka membutuhkan pendidikan yang spesifik untuk membantu perkembangan mereka dalam berbagai aspek, seperti fisik, sosial, emosional, mental, dan intelektual. Sebagian besar anak berkebutuhan khusus dapat mengikuti pendidikan reguler agar dapat berinteraksi dan belajar bersama teman-teman sebaya mereka tanpa mengalami diskriminasi.
My notes (saved in your browser only)
Citation neighborhood (no data yet)
We don't have any in-corpus citations linked to this paper yet. This is a recent paper (2024) — citers typically take a year or two to land, and the OpenAlex reference graph may still be filling in.
Source provenance
- europepmc
- last seen: 2026-05-20T01:45:00.602351+00:00
- unpaywall
- last seen: 2026-05-22T02:00:06.705733+00:00
License: CC-BY-4.0