KORELASI ANTARA SKALA NYERI, KADAR PGE2 SERUM DAN EKSPRESI PGE2 RESEPTOR EP3 DARAH HAID DENGAN DERAJAT ENDOMETRIOSIS
dissertation
OA: closed
CC0
AI-generated summary
This study found significant correlations between chronic pelvic pain and dysmenorrhea severity with endometriosis stage, but not between dyspareunia, serum PGE2 levels, or menstrual blood EP3 receptor expression and endometriosis stage.
One-sentence paraphrase of the abstract; not a substitute for reading it. No clinical advice. How this works
Abstract
Nyeri dan infertilitas adalah dua gejala klinis yang menjadi keluhan utama
penderita endometriosis. Endometriosis adalah estrogen-dependent dan penyakit
ginekologi inflamasi progesterone resistant dari usia reproduksi wanita. Nyeri
panggul kronik, dispareuni, dan dismenorrhea khas pada endometriosis.
Prostaglandin E2 (PGE2) dan F2α diketahui diproduksi secara berlebih di uterus
dan jaringan endometrium penderita endometriosis. Sifat vasokonstriktif dan
kemampuan prostaglandin F2α untuk menimbulkan kontraksi berperan dalam
timbulnya dismenorrhea. Lebih jauh, prostaglandin E2 mempunyai sifat dapat
merangsang nyeri secara langsung Takashi (1989) dan Molen (2013) telah
menemukan bahwa komposisi sel mononuklear pada darah menstruasi serupa
dengan komposisi endometrium eutopik.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara skala nyeri, kadar
PGE2 serum dan ekspresi PGE2 reseptor EP3 pada darah haid dengan derajat
endometriosis. Penelitian bersifat analisis observasional yaitu menjelaskan adanya
hubungan dari variabel penelitian dengan menggunakan uji statistic. Rancangan
penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional yang terdiri
dari 32 sampel, setiap subyek penelitian hanya diobservasi sekali saja.
Hasil analisis menggunakan korelasi Spearman, pada ini penelitian didapatkan
nyeri panggul kronis (r=0,830** ; p=0,000), dismenorea (r=0,642** ; p=0,000) dan
dispareuni (r=0,060 ; p=0,744) memiliki korelasi positif dengan derajat
endometriosis. Pada hubungan antara kadar PGE2 serum dengan derajat
endometriosis(r=-0,328; p=0,067), dan ekspresi PGE2 reseptor EP3 pada darah haid
dengan derajat endometriosis (r=-0,027; p=0,893).
Dapat disimpulkan adanya hubungan yang signifikan antara skala nyeri pada
nyeri panggul kronis dan dismenorea dengan derajat endometriosis, dan tidak ada
hubungan yang signifikan antara skala nyeri dispareuni dengan derajat
endometriosis dengan derajat endometriosis. Pada hubungan antara kadar PGE2
serum dengan derajat endometriosis dan ekspresi PGE2 reseptor EP3 pada darah
haid dengan derajat endometriosis, hasilnya tidak ada hubungan kadar PGE2 serum
dengan derajat endometriosis dan tidak ada hubungan antara ekspresi PGE2
reseptor EP3 pada darah haid dengan derajat endometriosis. Tidak ada hubungan
antara nyeri panggul kronis, dismenorea dan dispareuni dengan kadar PGE2 serum.
Tidak ada hubungan antara nyeri panggul kronis, dismenorea dan dispareuni
dengan ekspresi PGE2 reseptor EP3 pada darah haid. Tidak ada hubungan antara
kadar PGE2 serum dengan ekspresi PGE2 reseptor EP3 pada darah haid.
My notes (saved in your browser only)
Condition tags
Citation neighborhood (no data yet)
We don't have any in-corpus citations linked to this paper yet. The paper's references may be in our DB but unresolved to ``paper_id`` (resolution happens at ingest when the cited DOI matches a row we already have). Run the cross-source citation reconcile pass to retry.
Source provenance
- openalex
- last seen: 2026-06-10T17:14:06.276822+00:00
License: CC0
· commercial use OK